PERTENGAHAN Juni 2024, Sungai Citarum, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan karena terjadinya tumpukan sampah yang menggunung di bawah jembatan Babakan Sapan Bandung Barat. Sungai Citarum sempat tertutupi pulau sampah sekitar 3 kilometer diperkirakan ada 200 ton sampah yang mengambang. Diperlukan solusi mendasar, di antaranya harus ada perubahan paradigma pengelolaan sampah dari “Kumpul-Angkut-Buang” menjadi paradigma “Pilah-Kumpul-Manfaatkan”, sehingga tidak lagi memandang sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna. Implementasi tata kelola manajemen sampah tuntas di darat, sehingga selanjutnya tidak akan mencemari sungai, utamanya pada desa yang ada di sepanjang bantaran Sungai Citarum.
Sampah mesti dipandang sebagai bahan/sumber daur ulang yang dapat dimanfaatkan. Permasalahan sampah adalah problem terstruktur, sistematis dan masif. Volume sampah akan terus bertambah seiring pertambahan jumlah penduduk, sementara tata kelolanya belum optimal. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tahun 2023 timbunan sampah di Sungai Citarum diperkirakan mencapai 3,4 juta ton. Pemangkasan Anggaran Pendidikan Tinggi Bisa Picu Biaya Kuliah Naik Artikel Kompas.id Pemangkasan Anggaran Pendidikan Tinggi Bisa Picu Biaya Kuliah Naik Sampah yang terkelola baru mencapai 37,3 persen. Artinya dari 3,43 juta ton sampah di 2023, baru 1,27 juta ton yang berhasil dikelola, sementara 62,7 persen belum mampu terkelola. Permasalahan sampah tidak bisa dilepaskan dari pandangan hidup dan gaya hidup manusia modern yang terjebak paham hedonisme, materialisme, dan pragmatisme. Perilaku yang berdampak dan berpotensi besar menghasilkan limpahan sampah yang tidak terkendali, tanpa diiringi kesadaran dan tanggung jawab untuk mau mengurangi, memilah dan membuang pada tempatnya agar tidak menimbulkan bencana. Diperlukan ikhtiar besar semua komponen bangsa secara terstruktur, sistematis, dan masif bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama. Harus ada komitmen dan kebijakan kuat perang melawan sampah Sungai Citarum, mengingat nilai strategis Sungai Citarum bagi masyarakat Jawa Barat, bahkan nasional. Kebijakan dan Strategi Nasional dalam Pengelolaan Sampah mensyaratkan “Pengelolaan sampah harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan serta dapat mengubah perilaku masyarakat”. Reformasi dalam sistem tata kelola persampahan harus mencakup perencanaan yang holistik, keandalan teknis, ketersediaan pendanaan, kapabilitas kelembagaan, serta penegakan hukum dan hadirnya partisipasi masyarakat secara signifikan Dalam mewujudkan reformasi tersebut dibutuhkan kolaborasi, inovasi dan niat kuat dari seluruh pemangku kepentingan tidak hanya peran dari Pemerintah, juga unsur akademisi, komunitas, unsur bisnis dan media agar reformasi tata kelola pengelolaan sampah dapat terwujud. Manajemen Pengelolaan Sampah Terpadu Tuntas di Tempat (MPS3T) adalah hasil riset akademisi UNPAS kolaborasi dengan BBWS Citarum untuk mewujudkan sistem manajemen tata kelola sampah yang kuat, integratif dan kolaboratif. Halaman Berikut
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Solusi Mendasar Atasi Sampah Citarum “, Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2024/06/21/11460101/solusi-mendasar-atasi-sampah-citarum.
Editor : Sandro Gatra
Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6









Discussion about this post