Kampung Cendekia merupakan ruang silaturahmi gagasan ikhtiar strategis ICMI Orda Cimahi melalui ruang maya dan nyata; tempat pikiran bertaut, nurani disatukan, dan energi kebaikan disemai dengan kelembutan kearifan Sunda yang tenang namun mengakar.
Smart Library Garden mendapat kehormatan kunjungan Wali Kota Cimahi, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD Kota Cimahi, serta Ketua HIPMI Cimahi, di sela rangkaian kegiatan HIPMI di Smart Garden. Sabtu, 24 Januari 2026, sekretariat kedua ICMI Orda Cimahi ini menjadi saksi silaturahmi pemangku amanah kota dalam suasana yang hangat dan penuh makna.

Momentum tersebut menjelma menjadi ruang dialog kontruktif ikhtiar ICMI Orda Cimahi dalam mewujudkan Cimahi sebagai Kota Peradaban—kota yang dibangun bukan hanya oleh teknokratik program, tetapi oleh spiritualitas yang meneduhkan, pendidikan yang memerdekakan, serta kearifan lokal yang membumi; selaras dengan filosofi Cimahi, Saluyu Ngawangun Jati Mandiri.
Diskusi berlangsung hangat dan visioner, menegaskan bahwa arah pembangunan Cimahi hanya akan kokoh bila dirawat melalui kolaborasi yang tulus antara pemerintah, cendekiawan, dunia usaha, media, dan komunitas. Sebab kota bukan semata ruang fisik, melainkan ruang nilai—tempat etika, makna, dan peradaban ditumbuhkan bersama.
Smart Library Garden dirancang sebagai ruang temu gagasan tempat dialektika kebangsaan, keislaman, dan kebudayaan bersemi. Di ruang ini, dialog tidak diarahkan untuk saling bertabrakan, melainkan saling menemukan; perbedaan tidak disangkal, tetapi dirawat agar melahirkan kebijaksanaan baru di tengah gejolak zaman.
Melalui ikhtiar rethinking, redefinisi, dan reaktualisasi, ICMI memilih untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu atau identitas yang menyempitkan. Masa lalu diperlakukan sebagai hikmah, masa kini sebagai amanah, dan masa depan sebagai ladang pengabdian. Dari kesadaran itulah, ICMI membaca zaman dengan hati yang jernih dan pikiran yang terbuka, sembari menjaga harmoni antara manusia, nilai, dan alam semesta.

Dengan ruh keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, ICMI menghadirkan Islam yang meneduhkan—yang merangkul perbedaan, memuliakan kemanusiaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari amanah kekhalifahan.
Nilai-nilai inilah yang diikhtiarkan untuk hidup dalam keseharian warga, sebagai jalan bersama membangun Cimahi yang maju secara lahir, matang secara batin, dan beradab dalam menjaga sesama serta alam tempat berpijak.
Sebab masa depan Cimahi tidak cukup ditopang oleh teknologi dan gedung-gedung menjulang, tetapi juga oleh jiwa kota yang energis, teduh dan berakar. Dalam orkestrasi kewargaan itulah, ICMI hadir sebagai warna yang menyalakan peradaban Kota Cimahi.
Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Pa Ketut Rumandiana, Kang Johny GL Muaya, dan Dr. Ridha—para tokoh masyarakat dan akademisi. Meski berbeda iman, tetap berjalan bersama dan berkhidmat dalam bingkai kemanusiaan, kebangsaan, dan kewargaan melalui Program Kampung Cendekia. Inilah wajah peradaban yang inklusif, saling menghormati, dan bertumbuh dalam kebersamaan.
Wujud ikhtiar nyata, Kampung Cendekia ICMI mendukung dan memperkuat peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sebagai ruang dialog lintas iman dan etnis dan budaya. Praktik hidup dari Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang menghadirkan maslahat bagi seluruh warga tanpa kecuali.
Alhamdulillah, Wali Kota Cimahi, Wakil Wali Kota, dan Ketua DPRD Kota Cimahi berkenan bergabung dalam kepengurusan ICMI Orda Cimahi periode 2026–2031 sebagai Dewan Penasihat. Pengukuhan direncanakan pada 14 Februari 2026 oleh Pengurus ICMI Orwil Jawa Barat—sebagai penanda ikhtiar kolektif, bahwa peradaban dirawat bersama, dengan ilmu, hikmah, dan ketulusan.
Dr. Eki Baihaki, M.Si, Dosen Pascasarjana UNPAS, sekretaris ICMI orda Cimahi








Discussion about this post