• Beranda
  • Blog
  • Halaman Utama
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Info Aktual
  • Dentang Artipena
  • TPKSDA Citarum
  • Komunikasi Kebangsaan
  • MCJJ Istimewa
  • Kajian Akademisi
  • TBM Smart Garden
  • Info FPK Jabar
  • ICMI Cimahi
  • Perhumas Bandung
  • Indikasi Unpad
  • BKOW
  • Pustaka
  • Perhumas Bandung
  • Citarum Institute
No Result
View All Result
  • Info Aktual
  • Dentang Artipena
  • TPKSDA Citarum
  • Komunikasi Kebangsaan
  • MCJJ Istimewa
  • Kajian Akademisi
  • TBM Smart Garden
  • Info FPK Jabar
  • ICMI Cimahi
  • Perhumas Bandung
  • Indikasi Unpad
  • BKOW
  • Pustaka
  • Perhumas Bandung
  • Citarum Institute
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Info Aktual
  • Dentang Artipena
  • TPKSDA Citarum
  • Komunikasi Kebangsaan
  • MCJJ Istimewa
  • Kajian Akademisi
  • TBM Smart Garden
  • Info FPK Jabar
  • ICMI Cimahi
  • Perhumas Bandung
  • Indikasi Unpad
  • BKOW
  • Pustaka
  • Perhumas Bandung
  • Citarum Institute
Home Info Aktual

Sunda, MMS, dan Masa Depan Indonesia

Admin Dentang by Admin Dentang
November 16, 2025
in Info Aktual
Sunda, MMS, dan Masa Depan Indonesia
47
VIEWS

MMS — Majlis Musyawarah Sunda, bagi saya bukan sekadar forum, melainkan ruang keluarga. Sebagai warga Cimahi yang berasal dari etnis Banten dengan bahasa penutur Jawa, sempat ragu apakah relevan “mengaku  sebagai orang Sunda”. Kemudian divalidasi kang Mahpudi “Cirebon dan Banten” ada keterkaitan historis dengan Sunda.

Terlebih kemudian diajak kang Andri bergabung sebagai panata pikir, MMS, selanjutnya keterikatan saya dengan Sunda saat ini bukan sekedar karena faktor georafis. Dalam perpektif Paguyuban Pasundan dilabeli “Sunda Mukimin”, berkesempatan mengabdi di UNPAS  dan alhamdulilah istri pituin Sunda.

Dari silaturahmi di MMS, saya mendapatkan banyak insigt bagi penulisan buku yang sedang diprogres “Komunikasi Kebangsaan Merawat Harmoni Negri” dan buku “Layeut jeung Dulur Sanagri” membahas Peran Strategis Forum Pembauran Kebangsaan. Nilai kearifan Sunda  menjadi rujukan buku yang sedang di progres.

MMS, bagi saya adalah ruang  keluarga sekaligus ruang kontribusi tempat merawat makna menjadi urang Sunda di tengah zaman yang bergerak cepat dan penuh distorsi. Sebagai ikhtiar berkontribusi menghadirkan kebaikan bagi Sunda dan turut mengkonstruksi peradaban Indonesia kedepan

Memaknai Sunda, saat ini bukanlah sekadar merayakan masa lalu atau menjaga simbol-simbol budaya yang membeku dalam nostalgia. Sunda adalah jiwa yang hidup dalam keseharian: lemes budi yang meneduhkan, tata titi yang menuntun ketertiban batin, serta silih asah, silih asih, silih asuh, silih wawangi.

Nilai-nilai luhur yang menghadirkan kasih, pengetahuan, kepedulian, dan kemuliaan antar manusia. Ketika nilai-nilai ini dihidupkan kembali, Sunda tidak hanya menjadi identitas kultural, tetapi menjadi nafas moral yang menuntun laku hidup peradaban bangsa Indonesia

Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, bangsa ini membutuhkan akar yang kuat namun tetap lentur menghadapi derasnya  globalisasi, Sunda menyimpan hikmah yang dapat menjawab kegelisahan yang sedang menempa bangsa. Saya berharap MMS menjadi wadah untuk menyemai dan menyalakan nilai budaya Sunda mewarnai peradaban Indonesia

Sunda menawarkan keseimbangan rasa dan akal, kelembutan yang menguatkan, serta kebijaksanaan yang menenun harmoni. Dengan cara inilah Sunda dapat menjadi suluh bagi Indonesia—cahaya yang menuntun bangsa menuju peradaban yang lebih teduh, beradab, dan manusiawi.

MMS adalah platform silaturahmi, tempat pikiran dipertemukan, nurani disatukan, dan energi budaya disemai ulang dengan kelembutan yang khas Sunda. Dialektika gagasan yang tidak bertabrakan, tetapi saling menemukan; bertemunya nilai-nilai lama dengan kegelisahan zaman untuk melahirkan pemahaman baru.

Melalui proses rethinking, redefinisi, dan reaktualisasi nilai-nilai kesundaan, berharap MMS tidak mengurung diri dalam identitas atau romantisme masa lalu. Justru sebaliknya, MMS berikhtiar mengkontruksi dan menghadiahkan kearifan nilai Sunda bagi peradaban bangsa

Karena masa depan Indonesia tidak cukup dibangun oleh teknologi dan gedung menjulang, tetapi juga oleh spiritualitas yang teduh, pendidikan yang memerdekakan, dan kearifan lokal yang membumi. Sunda hadir sebagai warna yang menenangkan namun meneguhkan—menjadi tone lembut dalam orkestrasi kebangsaan.

Dalam narasi yang berkembang, MMS tidak dibangun sebagai lembaga formal yang sarat struktur administratif. Ia lebih menyerupai model kelembagaan kaukus — sebuah himpunan pikiran dan hati yang cair, tidak mengikat secara institusional, wadah inklusif  yang mampu mewadahi niat baik semua “Sunda Mukimin maupun Pituin”.

Justru dalam kelonggarannya, MMS berupaya mewadahi siapa pun yang memiliki keresahan, gagasan, dan kecintaan pada nilai-nilai kesundaan. Di sinilah setiap orang dapat hadir apa adanya, berdialog setara, dan bersama-sama menafsir ulang hikmah budaya yang sering terlipat oleh rutinitas modernitas.

Makna Menjadi Sunda

Menjadi Sunda bukan sekadar identitas etnis atau jejak genealogis, tetapi cara hadir di dunia dengan kehalusan budi, keseimbangan rasa, dan penghormatan pada kehidupan. Sunda adalah laku yang menempatkan tata krama sebagai etika dasar, lemes sebagai sikap batin, dan tepa salira sebagai panduan berinteraksi dengan sesama.

Pada akhirnya, menjadi Sunda adalah komitmen untuk merawat harmoni. Harmoni dengan diri, dengan sesama, dengan alam, dan dengan Yang Maha Kuasa. Di tengah dunia yang serba cepat dan bising, Sunda menawarkan jalan menjadi manusia yang nyunda—bukan hanya dalam penampilan, tetapi dalam tutur, laku, dan cara memaknai kehidupan.

Kontribusi dan Kontekstualisasi Sunda bagi Indonesia,  hadir seperti mata air yang tenang: tidak bising, tidak memaksa, tetapi menghidupi siapa saja yang mendekat.  Sunda menyumbangkan sesuatu yang tidak selalu tampak oleh mata, namun terasa oleh jiwa—lemes budi, tata titi, dan laku silih asih, silih asah, silih asuh.

Sunda mengajarkan bahwa akal tak boleh berjalan tanpa rasa, dan rasa tak boleh melangkah tanpa hikmah. Kearifan ekologisnya—dari menjaga hutan hingga memuliakan air—memberi Indonesia ingatan bahwa alam bukan sekadar sumber daya, melainkan sahabat perjalanan yang harus dirawat dalam diam dan hormat.

Dan ketika Indonesia bergerak menuju masa depan yang penuh ketidakpastian, Sunda hadir sebagai cahaya yang menuntun arah. Bukan cahaya yang menyilaukan, tetapi cahaya yang menenangkan. Cahaya yang menyampaikan bahwa sebuah bangsa akan kuat bukan hanya karena teknologi, tetapi karena ruh budaya yang dijalani.

“Sunda Mulia, Indonesia Jaya” adalah ikrar batin MMS bahwa kemuliaan sebuah budaya akan memantulkan kejayaan sebuah bangsa. Dalam kejayaan Indonesia, Sunda menemukan ruang untuk berkontribusi lebih luas dan signifikan. Karena kejayaan bangsa lahir dari kekuatan dan  kehalusan jiwa yang mampu menuntun langkah bersama.

Kontekstualisasi Sunda bagi Indonesia kontemporer dapat berfungsi sebagai modul peradaban yang relevan. Sunda tidak hadir untuk menggantikan nilai nasional atau agama, tetapi menjadi lapisan hikmah yang memperkaya keduanya.

Dalam konteks ini, Sunda menjelma menjadi mata air inspirasi—mengalir tenang namun menghidupi—untuk membangun Indonesia yang teduh dalam jiwa, berkemajuan dalam karya, menyejahterakan dalam kasih, dialogis dalam perjumpaan, ekologis dalam laku, dan berkeadaban dalam setiap langkahnya.

Sunda dapat menjadi Energi Batin peradaban Indonesia, MMS dapat menyemai dan menyalakan nilai-nilai kearifan  Sunda  yang lembut namun kokoh yaitu spiritualitas yang meneduhkan, etika sosial yang merawat hubungan, dan kebijaksanaan yang mengutamakan harmoni daripada dominasi.

Berharap Sunda memberi kontribusi besar bagi Indonesia—menjadi ruh kultural yang menjaga keseimbangan di tengah hiruk-pikuk modernitas, menyediakan narasi alternatif tentang kemajuan: bahwa menjadi bangsa besar bukan hanya soal teknologi dan ekonomi, tetapi juga soal laku adab, laku rasa, dan laku manusia.

Epilog

Tulisan ini lahir dari percikan gagasan yang saya tangkap dalam Diskusi Bidang A, MMS II, 15 November 2025 di Kampus UNPAD yang dipandu kang Mahpudi. Jika ada yang kurang relevan, mohon pencerahan—agar ikhtiar sederhana ini dapat disempurnakan dan tetap setia pada ruh yang kita rawat bersama.

Pada akhirnya, Sunda bukan hanya tentang cerita tentang masa silam, tetapi cahaya yang menerangi peradaban Indonesia kedepan. Dan MMS hadir sebagai ruang di mana cahaya itu dirawat—diperbincangkan, ditafsirkan kembali, lalu dinyalakan menjadi energi kultural yang relevan bagi zaman.

Berharap MMS bukan sekadar forum, ia adalah jembatan batin antara akar dan masa depan. Di dalam kelenturan kaukus yang tidak mengikat, MMS dapat menjadi tempat pikiran disandingkan, rasa diperdalam, dan gagasan disatukan untuk membangun narasi solutif yang menuntun, dan menyumbang hikmah bagi peradaban Indonesia kedepan. Semoga !

Dr. Eki Baihaki, M.Si, Dosen Magister Komunikasi Pascasarjana UNPAS, Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Jawa Barat dan Alumni PPNK 221 Lemhannas.

Tulisan Terkait

Merawat Akselerasi “Cimahi Zero TPA” Tanggung Jawab Kita Semua
Info Aktual

Merawat Akselerasi “Cimahi Zero TPA” Tanggung Jawab Kita Semua

Januari 19, 2026
Ketika Pemimpin Hadir di Tengah Luka
Info Aktual

Ketika Pemimpin Hadir di Tengah Luka

Januari 13, 2026
Menggugat “Tata Uang” dan Komitmen Menjaga Alam
Info Aktual

Menggugat “Tata Uang” dan Komitmen Menjaga Alam

Desember 18, 2025
Next Post
Webinar BKOW Jabar : Merawat Ketahanan Keluarga Dari Bahaya Narkotika

Webinar BKOW Jabar : Merawat Ketahanan Keluarga Dari Bahaya Narkotika

Discussion about this post

Terkini

Silaturahmi Walikota, Wakil dan Ketua DPRD Cimahi ke Smart Library Garden

Silaturahmi Walikota, Wakil dan Ketua DPRD Cimahi ke Smart Library Garden

Januari 25, 2026
Merawat Akselerasi “Cimahi Zero TPA” Tanggung Jawab Kita Semua

Merawat Akselerasi “Cimahi Zero TPA” Tanggung Jawab Kita Semua

Januari 19, 2026
Ketika Pemimpin Hadir di Tengah Luka

Ketika Pemimpin Hadir di Tengah Luka

Januari 13, 2026
Satgas Percepatan Rehabilitasi & Rekonstruksi Pascabencana Sumatera bisa Menjadi Model Kolaborasi Pentaheliks

Satgas Percepatan Rehabilitasi & Rekonstruksi Pascabencana Sumatera bisa Menjadi Model Kolaborasi Pentaheliks

Januari 11, 2026

Menyajikan berita dan artikel yang informatif, edukatif & kolaboratif

© 2025 DentangId

No Result
View All Result

© 2025 DentangId